Institusi adalah haq para nabi & para rosul

green

where's legal institution?

Kaum muslimin terdiri dari dua kelompok pendapat yaitu yang memandang bahwa daulah adalah suatu kepentingan utama agar syariat Islam bisa berjalan dan kelompok kedua memandang bahwa pengamalan ritual dan muamalah lebih penting untuk dijalankan karena menyangkut perintah Alloh yang utama.
Kedua pendapat ini mempunyai sudut pandang yang berbeda. Boleh jadi keduanya malah harus berjalan bersama dengan tidak ada yang ditinggal salah satunya.
Perlu kita ungkap sunnatulloh tentang institusi yang telah berlaku kepada beberapa nabi & rosul. Istilah institusi dipakai agar dapat mewakili semua kasus para nabi & rosul.
1. Musa as.
Beliau bersama ummatnya diperintahkan oleh Alloh memasuki sebuah wilayah yang disebut dalam AlQuran Baitul Muqoddas. Di situlah mereka dijanjikan oleh Alloh dapat berkuasa dan menjalankan syariat Islam dengan leluasa (karena di wilayah hukumnya sendiri). Tempat itu telah ditundukkan oleh Alloh untuk Bani Israil karena kesabaran mereka atas penindasan Firaun. Tetapi mereka tidak mau masuk ke dalamnya sambil mengajukan alasan kepada Alloh bahwa disitu masih ada suatu bangsa yang berkuasa. Mereka ingin masuk negeri itu dengan “gratisan” tanpa usaha. Begitulah watak dan karakter Bani Israil (waktu itu) yang telah dijajah ratusan tahun oleh para raja dan penguasa mereka.
2. Nuh as.
Beliau diperintahkan oleh Alloh membuat perahu yang sangat besar di atas gunung. Suatu perbuatan yang bila diukur dengan rasio merupakan “pekerjaan gila yang dilakukan oleh orang gila”. Tapi beliau begitu yakin bahwa perahunya itulah yang akan menyelamatkan ummat ketika suatu saat nanti Alloh menurunkan banjir besar di wilayah gurun pasir itu. Beliau terus bekerja dengan bimbingan wahyu sambil harus tahan uji terhadap orang-orang yang menyebutnya “gila”.
3. Ibrohim as.
Beliau sebagai bapak para nabi telah membangun Baitullah yang menyelamatkan manusia dari kekufuran. Dengan Baitullah itulah beliau membangun masyarakat madani dan menegakkan hukum Alloh. Ibadah menjadi bathal atau tidak sah bila tidak bersholawat kepada Nabi Ibrohim dan keluarganya.
4. Muhammad saw.
Beliau telah menjabarkan institusi yang dibangun oleh Nabi Ibrohim as. lebih detail dan lebih kompleks. Beliau membangun institusi secara integral untuk mengantisipasi kehidupan manusia sampai akhir zaman (kiamat). Baitulloh yang telah dibangun Ibrohim as. dikembangkan dan disempurnakan. Pada akhirnya Baitulloh itu bernama Madinatul Munawwaroh yang berpusat di Yatsrib.

Apa fungsi institusi itu sebenarnya ?
Fungsinya adalah tempat bagi mu’min agar Alloh mengeluarkan dari kehidupan zhulumat dan memasukkan kepada kehidupan yang penuh prospek.
Jika institusi itu adalah haq bagi para nabi & rosul maka tentu saja haq pula bagi penerus risalahnya sampai akhir zaman. Dan institusi itu harus diperjuangkan, bukan hadiah gratis tanpa usaha. Antara usaha dan taqdir dalam rangka mewujudkan institusi yang diridhoi Alloh harus “gayung bersambut” bukan “bertepuk sebelah tangan”.

Iklan