Ide Praktis untuk Meningkatkan Penjualan Anda

Mengapa tampak begitu sulit bagi seorang tenaga penjual untuk menjual sesuatu kepada orang lain? Karena banyak sales people dan Manajer Pemasaran yang lupa (atau bahkan tidak menyadari!) satu prinsip dasar dalam sebuah transaksi bisnis. Sekali Anda mengerti prinsip ini dan mengambil langkah-langkah penting untuk menjawab isu-isu yang ada, penjualan Anda dapat meningkat DUA KALI LIPAT!
Jadi, apa prinsip “ajaib” itu?
Berikut adalah sebuah cerita pendek.
Anthony ingin membeli sebuah kuda kecil sebagai hadiah ulang tahun putrinya. Jadi ia pergi ke Toko A untuk melihat beberapa kuda. Penjual di Toko A menjelaskan bahwa kudanya sudah dilatih dengan baik dan sangat mudah dinaiki. Dia meyakinkan Anthony, jika dalam 1 minggu setelah menggunakan kuda tersebut ia merasa tidak cocok, maka ia bisa mengembalikan kuda tersebut ke Toko A dan akan mendapat uangnya kembali. Anthony berkata, ia akan mempertimbangkan hal itu, lalu meninggalkan toko.
Kemudian Anthony masuk ke Toko B. Pemiliknya sangat pengertian. Dia menyakinkan Anthony bahwa kuda kecilnya telah dilatih dengan sangat baik dan sangat bersahabat dengan anak-anak. Dia bahkan memperbolehkan Anthony untuk membawa pulang kuda itu dan mencobanya selama 2 minggu. Dan selama 2 minggu tersebut, ia akan mengunjungi rumah Anthony tiga hari sekali untuk membersihkan kuda itu sekaligus kandangnya dan juga memberinya makan. Jika dalam 2 minggu Anthony senang dengan kuda tersebut, maka ia pun dapat melakukan pembayaran. Jika dalam 3 minggu Anthony merasa kuda tersebut tidak cocok, pemilik toko akan pergi ke rumah Anthony untuk mengambil kuda itu, membersihkan kandangnya dan tidak akan mengenakan biaya apapun atas peminjaman kuda selama 3 minggu tadi.
Jika Anda seorang pembeli, apakah Anda akan membeli dari Toko A atau Toko B? Mengapa? Pemilik Toko B tampak berhasil menerapkan sebuah konsep yang disebut Risk Reversal.
Mari kita sadari bahwa dalam hampir SEMUA situasi pembelian, siapa yang diharuskan mengambil risiko terbesar? Pembeli atau penjual? Pikirkanlah hal ini sebentar. Siapa yang memikul risiko lebih banyak? Penjual atau pembeli? Mari kita lihat risiko yang ada di kedua belah pihak tersebut.

nice

have a nice day in selling

Risiko bagi Penjual

Jika pembeli membayar secara kredit, ada kemungkinan bahwa ia akan lalai dalam pembayaran dan hal itu mungkin akan menyulitkan penjual atau membebankannya saat menagih pembayaran ke pembeli. Tapi jika pembeli membayar penuh saat pembelian, maka penjual tidak memikul risiko apapun.

Jika penjual memberikan jaminan, maka ada kemungkinan kalau pembeli akan salah menggunakan produk itu dan kemudian akan meminta klaim untuk penggantian, dan sebagainya.
Risiko bagi Pembeli

Jika pembeli sudah membayar penuh dan ternyata produk/jasa yang diberikan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh penjual/brosur yang ada, maka sangatlah sulit untuk meminta uang pengembalian. Bahkan jika mungkin untuk melakukan hal itu, maka proses yang harus dilalui pun biasanya tidak nyaman.

Perusahaan memberikan jaminan, tapi ada banyak aspek jaminan yang tidak diberitahukan oleh penjual kepada pelanggan dan hal ini akan membuat proses klaim menjadi sulit.

Perusahaan mungkin tidak memiliki kemampuan untuk memberikan jaminan!

Pembeli melakukan pembelian karena ia diyakinkan/dijanjikan oleh tenaga penjual. Tetapi mungkin tenaga penjual yang telah melayani Anda sebelumnya sudah mengundurkan diri dan janjinya tidak dapat dipenuhi oleh tenaga penjual yang baru!

Secara aktual, pembeli tidak yakin apakah produk atau jasa tersebut akan sesuai dengan kebutuhan mereka. Jika setelah melakukan pembelian dan ternyata produk itu tidak sesuai, maka sangatlah sulit bagi pembeli untuk mengembalikan produk/jasa itu dan meminta uang pengembaliannya.
Jadi, dalam setiap situasi jual-beli, tampaknya PEMBELI-lah yang memikul semua risiko. Sebab itu, tidak heran jika banyak pembeli yang enggan membeli apapun! The Wall of Doubt Is Too High for the Customer to Jump OverIn such a situation, it is almost impossible that the customer will buy
Bayangkan bahwa pelanggan ingin membeli dari Anda, namun di depannya, ada sebuah dinding beban. Dinding ini dibangun atas beban/risiko yang dirasakan pelanggan ketika membeli produk tersebut. Tugas Anda sebagai tenaga penjual adalah membantu pelanggan untuk MERENDAHKAN dinding ini. Dinding yang rendah akan memudahkan pelanggan untuk melompatinya (artinya: mereka akan membeli dari Anda). Semakin tinggi dinding itu, semakin sulit bagi pelanggan untuk membeli dari Anda.
Jadi, bagaimanakah Anda menurunkan dinding tersebut?
1. Identifikasi semua risiko dan beban yang ada di benak pelanggan.
2. Tunjukkan bukti untuk menghilangkan beban ini.
3. Gunakan testimoni untuk menghilangkan beban ini.
4. Gunakan Risk Reversal untuk menghapus semua keraguan.
Apa yang dimaksud dengan risk-reversal? Risk Reversal dapat diartikan sebagai proses pengambilan semua risiko dari pembeli ke penjual, di mana penjual akan menanggung semua beban risiko transaksi yang akan terjadi.
Beberapa contoh Risk-Reversal adalah:

Jaminan uang kembali.

Coba dulu, bayar kemudian.

Beli dulu, dapatkan hadiah. Jika kemudian Anda memutuskan untuk mengembalikan produk tersebut, kami akan memberi Anda pengembalian penuh, dan Anda tetap dapat menyimpan hadiahnya.
quoted from:
SeminarSeumurHidup.com | Pintu Gerbang Kesuksesan Bersama James Gwee

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s