Menulis Sejarah

Tradisi penulisan berkembang pesat di dunia islam. Selain sastra dan penulisan sastra, pada masa selanjutnya lahir tradisi penulisan lainnya. Seiring melajunya waktu dan perkembangan wilayah, Dinasti Abbasiyah tak hanya mendorong kemajuan penulisan sastra, tapi bidang Sejarah pun berkembang.
Namun ada kebutuhan untuk mendapatkan rujukan berupa tulisan yang memberikan gambaran tentang wilayah, observasi, ataupun laporan sebuah perjalanan. Munculnya kebutuhan itu memicu kemunculan sejumlah karya monumental.Pada abad ke-12,misalnya,sosok bernama Al Idrisi muncul.
Al Idrisi menyusun Book of Roger bagi Raja Norman dari Palermo yang dilengkapi dengan peta. Sedangkan ahli geografi lainnya, Yaqut Al Hamawi,menulis kamus geografi.
Selain itu,ada dorongan pula untuk merangkum serangkaian kisah masa lalu dalam sebuah tulisan sejarah. Ibnu Khaldun hadir sebagai seorang sejarawan yang akhirnya melahirkan karya dan menjadi rujukan banyak orang. Karya paling terkenal yang pernah ia buat adalah Muqaddimah.
Dalam bukunya itu, Ibnu Khaldun, memberikan banyak uraian, seperti sifat masyarakat, letak geografis, iklim, dan metode pendidikan. Seorang sejarawan Barat, Arnold Toynbee,mengungkapkan, Khaldun telah memahami dan merumuskan filsafat sejarah yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun.
Pujian senada juga dilontarkan ilmuwan bernama George Sarton.Menurut dia, Muqoddimah merupakan karya sejarah paling penting dari abad pertengahan.
Sumber : “Islam Diggest” Harian Republika

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s