Kurangi Sampah Plastik dari Rumah

Apa itu plastik ?

Jika ada yang bertanya, material apakah yang membawa manfaat bagi kehidupan sekaligus membahayakan pada saat yang sama, selain air dan api, plastic adalah jawabannya.  Kantung p plastic pertama kali diperkenalkan pada masyarakat pada tahun 1975 oleh Montgomerry Ward, Sears, J.C. Penny dan Jodan Marsh

Jenis-jenis plastik

Secara garis  besar, plastik dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar :

1.  Plastik yang bersifat thermoplastic : dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain

2.  Plastik yang bersifat thermoset : bila telah dipakai tidak dapat digunakan kembali. Misal PETE (Polyethylene Terephthalate), HDPE (High Density Polyethylene), Polyvinyl Chloride (V atau Vinyl atau PVC)

Berdasarkan symbol yang tertera di kemasan plastic ada 7 jenis :

  1. PETE (Polyethylene Terephthalate)

Kegunaan :  untuk membuat botol soft drink, botol minyak goring, botol air mineral, wadah selai kacang

Sifat : Jernih, kuat, tahan panas

Dampak bila dipakai terus-terusan : dapat menyebabkan keracunan kronis termasuk masalah system pernapasan dan iritasi kulit.

Pemakaian : untuk sekali pakai saja, jangan dipakai untuk menampung air panas/hangat

  1. HDPE (High Density Polyethylene)

Kegunaan : Untuk membuat botol (susu, air, jus, sampo dan kosmeti), tempat margarine, kantung sampah

Sifat : Kuat, mudah diproses dan dibentuk

Pemakaian digunakan sekali pakai

  1. Polyvinyl Chloride (V atau Vinyl atau PVC)

Kegunaan : Mainan, botol sampo, pipa plastic, outdoor furniture, wadah deterjen cair

Sifat : serbaguna, mudah dicampur, kuat, tahan minyak/lemak, tahan bahan kimia, jernih, sukar didaur ulang

Dampak bila dipanaskan : berbahaya untuk kesehatan hati dan ginjal

  1. Low Density Polyethylene)

Kegunaan :  Kantung makanan beku, kantung dry cleaning, botol yang dapat dipencet (botol madu)

Sifat : mudah diproses, kuat, fleksibel, mudah ditandai/dicap, menahan kelembaban, dapat/mudah di daur ulang

  1. Polypropylene (produk terbuat dari Fiberglass)

Kegunaan : Sumbat botol, sedotan, botol obat, botol saus

Sifat : kuat, tahan panas dan bahan kimia, tahan minyak/lemak, menahan kelembaban, pilihan terbaik untuk menyimpan makanan dan minuman

  1. Polystyrene

Kegunaan : Wadah CD, karton telur, botol aspirin, cangkir, piring, alas daging

Sifat : serbaguna, mudah dibentuk menjadi Foam (Styrofoam)

Dampak : memiliki kandungan yang berbahaya untuk otak dan system syaraf, bahan ini harus dihindari

  1. Jenis plastik selain plastik bersimbol 1-6

Kegunaan : beberapa jenis wadah makan, Tupperware

Sifat : beragam, tergantung kombinasi material penyusun

Pengolahan Sampah Plastik

  1. Diolah menjadi biji plastik (produk setengah jadi)
  2. Diolah menjadi barang-barang kerajinan (produk sudah jadi)

Plastik = Bencana

Timbunan sampah di kota Bandung rata-rata 7.500 kubik (2000 ton) per hari, dimana setiap orang di Bandung menyumbang sekitar 2,5 liter sampah/hari. Jika komposisi sampah plastik rata-rata 5% dari jumlah tersebut, maka setiap hari Bandung menghasilkan 100 ton sampah plastik. Bila ukuran satu kantong plastic 50 x 40 cm dan berat 10 gram, maka sampah plastic di kota Bandung setara dengan 200 lapangan sepak bola per harinya (PR, 12/10/2008). Sedangkan untuk kota Jakarta sendiri pada tahun 2000-an, volume sampah bisa mencapai 170 kali besar candi Borobudur (170 x 55.000 kubik) per hari. Di Jabodetabek,  rata-rata setiap pabrik menghasilkan 1 ton plastik/minggu.

Jumlah tersebut akan bertambah karena sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, tidak berkarat sehingga pada akhirnya merusak lingkungan.

Dampaknya sudah bisa kita rasakan sekarang. Tumpukan sampah plastic yang dibuang sembarangan selalu menyumbat aliran sungai dan saluran drainase dan menyebabkan banjir di berbagai daerah di Jawa Barat bila musim hujan tiba. Jika dicampakkan ke atas tanah, sampah plastik memerlukan waktu lebih dari 1.000 tahun untuk hancur. Artinya, kekayaan tanah akan terganggu, tanah akan terkena dampak lebih buruk lagi kalau plastic yang dibuang mengandung zat beracun. Tanpa kita sadari, kita telah mewariskan alam yang telah rusak kepada anak keturunan kita, merekalah yang jadi taruhannya. Sementara itu, jika sampah plastic dibiarkan di tempat sampah, sisa-sisa makanan di atas sampah plastic akan mengundang lalat dan mikroorganisme yang berpotensi menjadi sumber penyakit.

Ada beberapa cara untuk mengurangi pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari :

  1. Pemakaian kantong non plastic atau kantong plastic yang ramah lingkungan atau kantong kertas sudah bisa kita terapkan.
    1. Selalu membiasakan diri untuk membawa kantong belanjaan dari rumah
    2. Menggunakan kembali kantong plastic yang ada, yang masih bisa dipakai kembali.
    3. Mendaur ulang sampah plastik
    4. Menerapkan sangsi yang berat bagi perusahaan yang tidak peduli/tidak bertanggung jawab terhadap sampah plastic yang mereka hasilkan. Dan ini tugas pemerintah untuk membuat peraturan dan menerapkannya.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s