Menempuh Jalan Allah

TSementara orang beranggapan bahwa setiap ada muslim yang memanggul senjata, berarti sedang berperang Fii Sabilillah, tanpa melihat tujuan, kondisi, syi’ar, ataupun bendera yang dibawa orang tersebut. Padahal mungkin saja di dalam peperangan itu mereka membela bendera Jahiliyah atau membela negara Jahiliyah (negara yang tidak menghendaki tegaknya Islam sebagai satu-satu hukum yang berlaku di negara itu), atau membela negara sekuler. Seharusnya kita mampu melihat dengan kacamata Ilahiyah untuk menentukan Apakah itu Jalan Allah (Sabilillah) atau Jalan Syaithan. (Jalan yang hanya memperturutkan hawa nafsu atau kepentingan diri manusia saja).
Perang dikatakan Sabilillah apabila berkaitan dengan membela Dinul Haq (Al-Islam), menegakkan Kalimat Allah, serta membela keagungan Islam. Di sinilah letak perbedaannya. Jika peperangan itu kosong dari Ruh Ilahiyah, maka perang itu hanya sekedar perang duniawi atau perang adat, sebagaimana yang dilakukan kebanyakan umat manusia di dunia dewasa ini. Perang demikian tidak layak mendapat posisi di sisi Allah Swt, tidak ada tempat baginya dalam Islam, dan juga tidak diajarkan oleh Rasul-Nya.
Manusia yang berperang mengerahkan harta dan jiwanya semata-mata karena membela diri, atau membela tanah airnya yang non Islam, tanpa mempedulikan bentuk apa negaranya, maka apa saja yang telah mereka usahakan itu hanyalah sia-sia belaka dan di sisi Allah Swt seperti fatamorgana.
Yang membedakan antara muslim dan non muslim dalam jihad adalah tujuannya. Bahwa kaum muslimin itu berjihad semata-mata karena membela Din Allah Swt, berperang demi tegaknya Kalimah Allah, berperang demi ditaatinya hukum-hukum Allah, sedangkan kaum non muslim tidak seperti itu. Sedangkan tujuan inilah yang menyebabkan sucinya jihad dan perang bagi manusia, dan menjadikannya sebagai ibadah serta upaya dalam rangka taqarub kepada Allah.
Tentang apakah akhir dari perang itu akan terjadi pergantian “suku” atau “golongan” yang berkuasa, tidaklah merupakan tujuan utama bagi Islam, yang penting adalah apakah mampu generasi penggantinya itu menegakkan Hukum dan Syari’at Allah Swt di muka bumi, sehingga hukum bisa tegak dan berlaku mengatur kehidupan muslim secara sempurna.
Kita pertegas lagi kembali bahwa setiap perang yang terjadi di bawah naungan bendera selain Islam dengan tujuan yang tidak untuk menolong dan membela kehormatan Islam bukanlah termasuk Jihad Fi Sabilillah. Jika ada yang mengatakan bahwa perang ini tergolong Fisabilillah maka ia termasuk orang-orang yang menjual Dinullah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s