Setelah berpuluh tahun menjalani profesi sebagai pekerja, kini saatnya saya merubah diri menjadi seorang entrepreuner murni dengan melepas jabatan dan pekerjaan.
Kini persiapan menuju kemandirian.
Setelah berpuluh tahun menjalani profesi sebagai pekerja, kini saatnya saya merubah diri menjadi seorang entrepreuner murni dengan melepas jabatan dan pekerjaan.
Kini persiapan menuju kemandirian.
1. Others see, in us what we think of ourselves.
2. How you think determines how you act and how others react
to you.
3. Look important, it helps you think important.
4. Dress right, it always pays
5. The sharper you look, the sharper you will be. (A pencil,
when sharpened, has a clear defined point and writing is
easily read, but a dull pencil is just that, (Dull)
6. Pay twice as much and get half as many: Example, 2 fine
suits are much nicer, last longer, and look better than 4 cheap
ones.
7. If you think of yourself in poor situations, that is what you
will get.
12
8. Think of yourself as sharp, clean, together, intelligent,
informed, and interesting, and that is what you will be.
9. I’m short: Practice uplifting self-praise, not belittling selfpunishment,
think more of your self, and there is more of
you.
10. Be self improving in academics, family and friends. Make
progress in changing bad habits, eliminating negativism,
and wasting time.
source : “A Positive Attitude” by Dan Auito
1. Encourage others to talk about themselves.
2. Talk in the interest ranges of the things that people treasure most when talking to them.
3. Talk to people about themselves and recognize their importance.
4. Respect other people’s good judgment and avoid arguments.
5. Never tell anyone they are wrong, we all will rationalize to the point of thinking we are unequivocally right.
6. We should criticize ourselves before other people have a chance to; if you are wrong, admit it!
7. Tread softly, you will go farther.
8. We should try to let our friends feel as though they have excelled us at some time or another.
9. Let others do a great deal more of the talking.
10. Figure out why others think as they do; look at it from their viewpoint.
11. Show compassion to others (this is yearned for).
12. Treat people with respect, dignity, honesty, truth fulness and willingness; they will generally emulate those feelings.
13. Challenge others to do something better, never force them.
14. Call attention to mistakes indirectly (don’t broadcast).
15. Make difficulties seem easy to conquer.
16. Praise minutest improvements; and inspire hidden treasures in others.
17. Be friendly.
18. Force yourself to smile! (you will.)
19. Consider other’s good points.
20. Make others want to follow your suggestions.
21. Always appreciate people’s time.
22. Be interested in everyone you meet.
23. Always remember, good manners are made up of petty sacrifices.
quoted from “A Positive Attitude”, author : Dan Auito
(QS 51:58). Sesungguhnya Alloh, Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.
(QS 10:31). Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Alloh”. Maka Katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”
(QS 27:64). atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah disamping Alloh ada Tuhan (yang lain)?. Katakanlah: “Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar”.
(QS 35:3). Hai manusia, ingatlah akan nikmat Alloh kepadamu. Adakah Pencipta selain Alloh yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi ? tidak ada Tuhan selain dia; Maka Mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
(QS 5:44). Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara Kitab-Kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.
(QS 5:45). dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, Maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.
(QS 5:47). dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya[*]. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik[**].
[*] Pengikut pengikut Injil itu diharuskan memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalam Injil itu, sampai pada masa diturunkan Al Quran.
[**] Orang yang tidak memutuskan perkara menurut hukum Allah, ada tiga macam: a. karena benci dan ingkarnya kepada hukum Allah, orang yang semacam ini kafir (surat Al Maa-idah ayat 44). b. karena menurut hawa nafsu dan merugikan orang lain dinamakan zalim (surat Al Maa-idah ayat 45). c. karena Fasik sebagaimana ditunjuk oleh ayat 47 surat ini.
(QS 5:50). Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?
Catatan:
Hukum Jahiliyah adalah hukum yang tidak bersumber dari Al-qur’an. Dengan kata lain hukum yang ditetapkan oleh manusia sendiri tanpa menggali dan mengimplementasikan Hukum Alloh.
(Qs 10:12). dan apabila manusia ditimpa bahaya Dia berdoa kepada Kami dalam Keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, Dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah Dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.
(QS 11:9). dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah Dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.
(QS 14:34). dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
(QS 17:53). dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
(QS 18:54)